Tips
Wajib Diketahui Saat Belanja Atap Baja Ringan
Ketika proses membangun rumah mulai masuk pada tahap pembuatan atap, maka Anda perlu memilih material yang tepat. Ada banyak pilihan jenis material untuk konstruksi atap rumah. Salah satunya, baja ringan. Material ini mulai banyak dipergunakan karena, realtif lebih murah, lebih ringan, dan lebih tahan lama. Nah masalahnya, di pasar bahan bangunan, ada berbagai jenis bahan, merek, dan harga bahan untuk rangka atap ini. Lalu mesti pilih yang mana?
Sebelum membeli, konsumen perlu lebih teliti. Teliti dalam mengenali material dan sistem rangka atap baja ringan secara utuh, bukan sekadar tawaran dari supplier atau kontraktor. Untuk memahami rangka atap baja ringan maka kita harus mengerti dahulu bahwa produk ini adalah produk struktur yang menopang beban atap, angin, dan kehidupan di bawah atap nantinya.
Ketika memilih, ada 4 komponen utama dalam rangka atap baja ringan yang harus Anda perhatian: (continue reading…)
Sekilas tentang kuda-kuda baja ringan (Truss)
Berbeda dengan baja konvensional, baja ringan merupakan baja mutu tinggi yang memiliki sifat ringan dan tipis, namun memiliki fungsi setara baja konvensional. Rangka atap baja ringan diciptakan untuk memudahkan perakitan dan konstruksi. Meskipun tipis, baja ringan memiliki derajat kekuatan tarik 550 mpa, sementara baja biasa sekitar 300 mpa. Kekuatan tarik dan teganan ini untuk mengompensasi bentuknya yang tipis. Di Indonesia, ketebelan baja ringan berkisar dari 0,4mm – 1mm.
Rangka atap baja ringan memiliki beberapa elemen yaitu kuda-kuda, reng, sekrup dan jurai dalam untuk mencegah tampias. Kuda-kuda merupakan struktur utama dalam konstruksi atap baja ringan. Untuk mendapatkan kuda-kuda yang kokoh, cermati lebar bentangan dan besar beban yang akan diterima, demikian pula dengan derajat kemiringan atap. Ketebalan material baja ringan untuk kuda-kuda dan web berkisar 0,7 – 1mm. Sementara untuk reng sekitar 0,4 – 0,7mm.
Perhitungan kuda-kuda baja ringan amat berbeda dengan kayu, yakni cenderung lebih rapat. Semakin besar beban yang harus dipikul, jarak kuda-kuda semakin pendek. Misalnya untuk genteng dengan bobot 40 kg/m2 jarak kuda-kuda bisa dibuat setiap 1,4m. Sementara bila bobot genteng mencapai 75kg/m2, maka jarak kuda-kuda menjadi 1,2m. Perhitungan ini masih dipengaruhi banyak faktor. (continue reading…)





